Menurut BK, kompos memiliki nilai ekonomis karena dengan mudah dan cepat digunakan sebagai media tanam cabai.
"Ini disebut sosial entrepreneur, dimana kegiatan wirausaha
disinergikan dengan kegiatan masyarakat. Artinya, bisnis dilakukan
berbasis masyarakat," katanya.
Lebih lanjut Bagus mengatakan, kegiatan pengelolaan sampah menjadi
kompos merupakan tindak lanjut kerjasama antara MCB dengan PSP3 IPB,
dimana Kota Batu merupakan salah satu percontohan dari kerjasama antara
MCB dengan PSP IPB tersebut.
"Kita berharap ke depan akan lebih banyak warga masyarakat yang akan menikmati hasil dari wirausaha ini," kata BK.
Bagus menambahkan, hasil pengelolaan sampah tidak hanya kompos akan
tetapi sampah daur ulang bisa dijadikan barang-barang kreatif.
"Kegiatan pengelolaan sampah juga mempunyai implikasi positif lainnya,
yaitu menggalakkan industri kreatif. Bahkan, lebih jauh lagi sampah
dapat difungsikan sebagai tenaga listrik alternatif atau yang lebih
sering disebut sebagai "waste to energy," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar